




Podcast Owner: audiosalaf
Website: http://audiosalaf.com
Location: Indonesia
Be the first to rate this podcast!
Moslem Audio Podcast - Bahasa Indonesia
Tags:
3/10/2008 | Download File (1.00 MB) - right click to download
oleh: al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal al-Bugisy Sumber: Sesi Tanya-Jawab, Dauroh “Hukum Seputar Sholat” 1 Rabiul Awal 1429H / 9 Maret 2008M Masjid al-Ikhwan Balikpapan Baru (c) Tasjilat Ibnul Qoyyim Pertanyaan “Bagaimana hukumnya sholat dengan menggulung celana hingga mata kaki dan menurunkannya selesai sholat” Haramnya menurunkan kain ... :: Haramnya menurunkan kain ... File Download (7:28 min / 1 MB)
3/1/2008 | Download File - right click to download
Dauroh Sehari al-Ustadz ‘Askary di Balikpapan Waktu: Ahad, 1 Robi’ul Awal 1429H / 9 Maret 2008M Pukul: 09:00 WITA -21:00 WITA Materi: Hukum Seputar Permasalahan Sholat Masjid al-Ikhwan, Balikpapan Baru Peserta: Umum (Khusus Pria) Catatan Kami membuka kesempatan untuk bertanya via email seputar materi diatas (ditutup Tgl 8 Maret 2008, pukul 13:00 WITA), InsyaALLOH kami akan menyampaikannya disela-sela sesi tanya-jawab sebagaimana dauroh Ramadhan 1428H yang lalu dan jawabannya dapat didengar (download) di audiosalaf (http://ahlussunnah.web.id) Kirim ke: audio(at)ahlussunnah.web.id Tulis Judul: Tanya Sholat:........File Download (0:12 min / 0 MB)
2/29/2008 | Download File (9.00 MB) - right click to download
Oleh: al-Ustadz Abu Abdir-Rahman Abdul Aziz Sumber: Kajian “Ushul Wa Qowaid Fii Manhaj Salafy” Dasar-Dasar dan Kaidah Memahami Manhaj Salaf Karya asy-Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman al-Jaibiri 28 Februari 2008M/20 Safar 1429H (c)Tasjilat as-Salafiyyah Samarinda Pengantar Alloh jalla wa’ala berfirman yang artinya: “Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu , sedang kamu mengetahui” (QS.al-Baqarah:42) Melalui firman Alloh ta’ala yang mulia diatas, Dia melarang orang-orang yahudi dari kesengajaan mereka mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan, serta tindakan mereka menyembunyikan kebenaran dan menampakkan kebatilan. Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Anas bin Malik, katanya aku perna mendengar Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: (artinya) “Pada malam aku dinaikkan ke langit (mi’raj), aku melewati beberapa orang yang bibirnya dan lidahnya dipotong dengan gunting yang terbuat dari api, kemudian aku tanyakan: “Siapakah mereka wahai Jibri ?” Jibri pun menjawab “Mereka itu adalah para pemberi ceramah dari ummatmu yang menyuruh berbuat baik kepada manusia tetapi melupakan dirinya sendiri” (HR.Ibnu Majah, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih) Kini perhatikan dengan seksama diantara kelompok-kelompok yang mengaku-ngaku berjalan diatas yang haq selama ini, tidak didapat pada mereka kesungguhan menjauhi perkara yang mungkar atau mereka tidak menjelaskan apa yang menjadi perselisihan antar ummat ini karena dikuatirkan ummat akan lari dari dakwah, demikian sesumbar mereka. Demikian pula disana disana ada suatu kaum yang mengaku-ngaku sebagai gerombolan yang memperbaiki ummat, nyatanya pada kelompok ini terdapat kebodohan dalam memahami agama yang dicampur menu dakwah “lemah lembut”. Tidak tertinggal disana ada kelompok yang semangat membela Agama Alloh namun dilain waktu mengeluarkan manusia dari Agama yang mulia ini. Sementara disana terdapat pula suatu kaum yang berupaya berjalan diatas yang haq, mengajak kepada ummat untuk mau kembali kejalan yang haq, menjelaskan kepada ummat perbedaan-perbedaan antara yang haq dan bathil yang selama ini mereka tertipu olehnya. Maka ada pertanyaan pada diri kita, apakah mungkin kaum yang berjalan diatas yang haq dengan bimbingan para ulama tersebut akan menjadi satu padu berjalan beriringan mendakwahkan kepada ummat ini, menjelaskan yang haq dan mengingkari kebatilan akan bergandengan bersama kelompok yang mencampurkan antara kebaikan dan keburukan? ataukah saling memiliki peran memperbaiki ummat dengan mengatakan “Kita saling tolong menolong pada permasalah yang kita sepakati, dan saling memberi udzur (toleransi) pada apa-apa yang kita perselisihkan”. Simak kajian kita kali ini yang diambil dari beberapa faedah kitab “Ushul Wa Qowaid Fii Manhaj Salafy” semoga bermanfaat. Catatan InsyaALLOH kajian lengkap kitab ini akan kami kemas dalam bentuk CD atau update berkala di audiosalaf, karena didalamnya terdapat nasehat dan bayan untuk kaum muslimin agar kembali pada manhaj (cara memahami agama) kaum salaf yang terlebih dahulu menikmati indahnya Islam melalui bimbingan Nabinya Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam yang diutus pada ummat ini sebagai Rahmat sekalian alam dan memisahkan (sebagai pembeda) yang haq dan bathil. Apa itu Manhaj Salaf :: Apa itu Manhaj Salaf Wajibnya mengikuti manhaj salaf :: Wajibnya mengikuti manhaj salaf File Download (73:58 min / 9 MB)
2/28/2008 | Download File (1.00 MB) - right click to download
Oleh: al-Ustadz Muhammad Na’im Sumber: Tanya-Jawab, Dauroh “Membina Keluarga Sakinah diatas as-Sunnah” Balikpapan 2007 (c) Tasjilat Ibnul Qoyyim Balikpapan Pertanyaan Bagaimana sikap kita sebagai seorang suami yang ingin menikah lagi, tapi istri tidak setuju bahkan mengancam untuk minta cerai. Menurut sunnah apakah kita boleh menikah tanpa persetujuan istri ? Apakah orang yang akan berpoligami itu kaya harta ? Larangan Membenci Sunnah Nabi :: Larangan Membenci Sunnah Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam File Download (6:40 min / 1 MB)
2/28/2008 | Download File - right click to download
Oleh: al-Ustadz Muhammad Na’im Sumber: Dauroh “Membina Keluarga Sakinah diatas as-Sunnah” Balikpapan 2007 (c) Tasjilat Ibnul Qoyyim Balikpapan Pertanyaan Bagaimana caranya seorang akhwat mengetahui seorang ikhwan yang melamarnya adalah laki-laki yang sholeh (baik) sedang dia baru melihat (kenal beberapa hari) ? Bolehkah seorang ikhwan ta’aruf kepada akhwat melalui sms (telpon)File Download (2:33 min / 0 MB)
2/28/2008 | Download File - right click to download
Oleh: al-Ustadz Dzulqornain bin Muhammad Sanusi Sumber: Tanya-Jawab, Tausyiyah 13 Desember 2005 (c) Tasjilat as-Salafiyyah Samarinda Pertanyaan Apakah hati bisa mati ? tidak hanya keras disebabkan banyaknya bermaksiat ? adakah obatnyaFile Download (1:15 min / 0 MB)
2/27/2008 | Download File (1.00 MB) - right click to download
Beberapa pertanyaan seputar sholat yang dijawab oleh: al-ustadz Abu Karima ‘Askary bin Jamal al-Bugisy 1. Apakah ada sholat sunnah setelah adzan maghrib dan isya’ ? 2. Apakah boleh berdoa mengankat tangan setelah adzan ? 3. Apakah harus memasang sutrah (pembatas) ketika sujud tilawah 4. Apakah makmum wajib membaca Surah al-Fatihah dibelakang Imam ? 5. Apakah wajib melihat tempat sujud ketika sholat dan hukum melirik dalam sholat? Catatan Pembahasan tuntas wajibnya membaca al-Fatihah bagi seorang makmum, insyaALLOH lain waktu akan kami tampilkan, barokALLOHfiyk. Permasalahan Sholat (#1) :: Permasalahan Sholat (#1) File Download (11:20 min / 1 MB)
2/27/2008 | Download File - right click to download
Oleh:al-Ustadz Muhammad Umar as-Sewed Sumber: Tanya-Jawab Dauroh “Kitab Ta’dzhimus Sunnah (Pengagungan Sunnah) Balikpapan 2004 (c) Tasjilat Ibnul Qoyyim Balikpapan Pertanyaan Kalau ustadz mengklaim yusuf qardhawi dengan kesalahan-kesalahannya, mengapa ustadz tidak mengklaim “ulama-ulama” disini di indonesia padahal lebih parah dan seperti Quraish Shihab, Nurkholis Majid dan tokoh Jarangan Islam Liberal (JIL)” Catatan Baca pula siapakah Yusuf al-Qardhawi yang dimaksud disiniFile Download (1:52 min / 0 MB)
2/27/2008 | Download File - right click to download
Oleh: al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi Sumber: Tanya Jawab Dauroh “Teroris Dalam Pandagan Islam” Balikpapan 09-11 Desember 2005 (c) Tasjilat Ibnul Qoyyim Balikpapan Pertanyaan Ada pengajian yang mengajarkan bahwa syahadat seseorang tidak sah tanpa persaksian gurunyaFile Download (1:57 min / 0 MB)
2/27/2008 | Download File - right click to download
Oleh: al-Ustadz Abu Karimah ‘Askary Sumber: Soal-Jawab Dauroh “Sikap Muslim Terhadap Pemerintah Masjid al-Jihad Samarinda 08 Januari 2006 (c) Tasjilat Ibnul Qoyyim – Balikpapan Pengantar: Dari shahabat Jabir bin Abdillah –radhiyAllahu ‘anhum meriwayatkan: ” Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi makan dengan hasil riba, dan dua orang yang menjadi saksinya.” Dan beliau bersabda: “Mereka itu sama.” (HR Muslim) Dari Shahabat Ibnu Mas’ud –radhiyAllahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam melaknat orang yang makan riba dan yang memberi makan dari hasil riba, dua orang saksinya, dan penulisnya.” (HR Ahmad, Abu Daud,Ibnu Majah, dan Tirmidzi) Dari Yusuf al-Qardhawi “Hadits-hadits yang shahih itulah (hadits yang disebutkan diatas, ed) yang menyiksa hati orang-orang Islam yang bekerja di bank-bank atau syirkah(persekutuan) yang aktivitasnya tidak lepas dari tulis-menulis dan bunga riba ” (Fatwa-fatwa Kontemporer, Dr. Yusuf Qardhawi, Gema Insani Press) Pertanyaan Apa hukum syar’i bekerja di perpajakan atau perbankan, apa kita boleh makan dari hasil gajinya. Catatan Baca juga Fatwa Ulama Ahlussunnah tentang Hukum Kerja di Bank disini dan pembahasan tentang HUKUM BEKERJA DI BANK insyaALLOH akan kami tampilkan yang diambil dari Dauroh Ust. Muhammad Afid di Samarinda tahun 2006 yang lalu, barokALLOHfiyk.File Download (0:55 min / 0 MB)