Oleh:al-Ustadz Abu Karimah ‘Askary Jamal al-Bugisy
Sumber: Tanya Jawab Kajian Kitab Shohih Bukhori – Masjid Istiqomah Balikpapan, Jumadil Akhir 1428H/Juni 2007M
Ebook(PDF):download disini
Beberapa faedah yang ada diantaranya:
1. Dzikir dan do’a yang dilakukan setelah sholat fardhu disertai dalil-dalil
2. Apakah kebiasaan mengangkat tangan dalam do’a dan berdzikir berjama’ah merupakan tuntunan dari Nabi shallalahu ‘alayhi wa sallam ?
Semoga bermanfaat
Download PDF Dzikir Selesai Sholat Fardhu :: Download PDF Dzikir Selesai Sholat Fardhu
File Download (14:32 min / 2 MB)
oleh: al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal al-Bugisy
Sumber: Sesi Tanya-Jawab, Dauroh “Hukum Seputar Sholat”
1 Rabiul Awal 1429H / 9 Maret 2008M
Masjid al-Ikhwan Balikpapan Baru
(c) Tasjilat Ibnul Qoyyim
Pertanyaan
“Bagaimana hukumnya sholat dengan menggulung celana hingga mata kaki dan menurunkannya selesai sholat”
Haramnya menurunkan kain ... :: Haramnya menurunkan kain ...
File Download (7:28 min / 1 MB)
Dauroh Sehari al-Ustadz ‘Askary di Balikpapan
Waktu: Ahad, 1 Robi’ul Awal 1429H / 9 Maret 2008M
Pukul: 09:00 WITA -21:00 WITA
Materi: Hukum Seputar Permasalahan Sholat
Masjid al-Ikhwan, Balikpapan Baru
Peserta: Umum (Khusus Pria)
Catatan
Kami membuka kesempatan untuk bertanya via email seputar materi diatas (ditutup Tgl 8 Maret 2008, pukul 13:00 WITA), InsyaALLOH kami akan menyampaikannya disela-sela sesi tanya-jawab sebagaimana dauroh Ramadhan 1428H yang lalu dan jawabannya dapat didengar (download) di audiosalaf (http://ahlussunnah.web.id)
Kirim ke: audio(at)ahlussunnah.web.id
Tulis Judul: Tanya Sholat:........File Download (0:12 min / 0 MB)
Oleh: al-Ustadz Abu Abdir-Rahman Abdul Aziz
Sumber: Kajian “Ushul Wa Qowaid Fii Manhaj Salafy”
Dasar-Dasar dan Kaidah Memahami Manhaj Salaf
Karya asy-Syaikh ‘Ubaid bin ‘Abdillah bin Sulaiman al-Jaibiri
28 Februari 2008M/20 Safar 1429H
(c)Tasjilat as-Salafiyyah Samarinda
Pengantar
Alloh jalla wa’ala berfirman yang artinya:
“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu , sedang kamu mengetahui” (QS.al-Baqarah:42)
Melalui firman Alloh ta’ala yang mulia diatas, Dia melarang orang-orang yahudi dari kesengajaan mereka mencampuradukkan antara kebenaran dengan kebatilan, serta tindakan mereka menyembunyikan kebenaran dan menampakkan kebatilan.
Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Anas bin Malik, katanya aku perna mendengar Rosululloh shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: (artinya) “Pada malam aku dinaikkan ke langit (mi’raj), aku melewati beberapa orang yang bibirnya dan lidahnya dipotong dengan gunting yang terbuat dari api, kemudian aku tanyakan: “Siapakah mereka wahai Jibri ?” Jibri pun menjawab “Mereka itu adalah para pemberi ceramah dari ummatmu yang menyuruh berbuat baik kepada manusia tetapi melupakan dirinya sendiri” (HR.Ibnu Majah, Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih)
Kini perhatikan dengan seksama diantara kelompok-kelompok yang mengaku-ngaku berjalan diatas yang haq selama ini, tidak didapat pada mereka kesungguhan menjauhi perkara yang mungkar atau mereka tidak menjelaskan apa yang menjadi perselisihan antar ummat ini karena dikuatirkan ummat akan lari dari dakwah, demikian sesumbar mereka.
Demikian pula disana disana ada suatu kaum yang mengaku-ngaku sebagai gerombolan yang memperbaiki ummat, nyatanya pada kelompok ini terdapat kebodohan dalam memahami agama yang dicampur menu dakwah “lemah lembut”. Tidak tertinggal disana ada kelompok yang semangat membela Agama Alloh namun dilain waktu mengeluarkan manusia dari Agama yang mulia ini.
Sementara disana terdapat pula suatu kaum yang berupaya berjalan diatas yang haq, mengajak kepada ummat untuk mau kembali kejalan yang haq, menjelaskan kepada ummat perbedaan-perbedaan antara yang haq dan bathil yang selama ini mereka tertipu olehnya.
Maka ada pertanyaan pada diri kita, apakah mungkin kaum yang berjalan diatas yang haq dengan bimbingan para ulama tersebut akan menjadi satu padu berjalan beriringan mendakwahkan kepada ummat ini, menjelaskan yang haq dan mengingkari kebatilan akan bergandengan bersama kelompok yang mencampurkan antara kebaikan dan keburukan? ataukah saling memiliki peran memperbaiki ummat dengan mengatakan “Kita saling tolong menolong pada permasalah yang kita sepakati, dan saling memberi udzur (toleransi) pada apa-apa yang kita perselisihkan”.
Simak kajian kita kali ini yang diambil dari beberapa faedah kitab “Ushul Wa Qowaid Fii Manhaj Salafy” semoga bermanfaat.
Catatan
InsyaALLOH kajian lengkap kitab ini akan kami kemas dalam bentuk CD atau update berkala di audiosalaf, karena didalamnya terdapat nasehat dan bayan untuk kaum muslimin agar kembali pada manhaj (cara memahami agama) kaum salaf yang terlebih dahulu menikmati indahnya Islam melalui bimbingan Nabinya Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam yang diutus pada ummat ini sebagai Rahmat sekalian alam dan memisahkan (sebagai pembeda) yang haq dan bathil.
Apa itu Manhaj Salaf :: Apa itu Manhaj Salaf
Wajibnya mengikuti manhaj salaf :: Wajibnya mengikuti manhaj salaf
File Download (73:58 min / 9 MB)
Oleh: al-Ustadz Muhammad Na’im
Sumber: Tanya-Jawab, Dauroh “Membina Keluarga Sakinah diatas as-Sunnah” Balikpapan 2007
(c) Tasjilat Ibnul Qoyyim Balikpapan
Pertanyaan
Bagaimana sikap kita sebagai seorang suami yang ingin menikah lagi, tapi istri tidak setuju bahkan mengancam untuk minta cerai. Menurut sunnah apakah kita boleh menikah tanpa persetujuan istri ? Apakah orang yang akan berpoligami itu kaya harta ?
Larangan Membenci Sunnah Nabi :: Larangan Membenci Sunnah Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam
File Download (6:40 min / 1 MB)
Oleh: al-Ustadz Muhammad Na’im
Sumber: Dauroh “Membina Keluarga Sakinah diatas as-Sunnah” Balikpapan 2007
(c) Tasjilat Ibnul Qoyyim Balikpapan
Pertanyaan
Bagaimana caranya seorang akhwat mengetahui seorang ikhwan yang melamarnya adalah laki-laki yang sholeh (baik) sedang dia baru melihat (kenal beberapa hari) ?
Bolehkah seorang ikhwan ta’aruf kepada akhwat melalui sms (telpon)File Download (2:33 min / 0 MB)